PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dewasa ini semua perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang
memiliki kemampuan yang tinggi didalam menjalankan perusahaan atau institusi,
maka semua tenaga kerja di tuntut produktivitas kerjannya. Maka Produktivitas
tenaga kerja adalah salah satu ukuran perusahaan dalam mencapai tujuan
organisasi. International Labour Organization (ILO) yang dikutip
oleh Hasibuan (2005:127) mengungkapkan
bahwa secara lebih sederhana maksud dari produktivitas adalah perbandingan
secara ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap sumber yang
dipergunakan selama produksi berlangsung. Sumber daya manusia merupakan elemen yang paling strategik dalam organisasi,
harus diakui dan diterima oleh manajemen. Peningkatan produktivitas kerja hanya
mungkin dilakukan oleh manusia. tenaga
kerja merupakan faktor determinan dalam mengukur produktivitas kerja suatu
perusahaan atau institusi, Dapat dikatakan bahwa produktivitas itu perbandingan antara hasil dari suatu
pekerjaan karyawan dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan. Hal ini sesuai
dengan pendapat bahwa produktivitas merupakan: “Kemampuan memperoleh manfaat
yang sebesar-besarnya dari sarana dan prasarana yang tersedia dengan
menghasilkan output yang optimal bahkan kalau mungkin yang maksimal.
(siagian,2002).
Anoraga dan Suyati,
(1995, :.119-121) produktivitas mengandung pengertian yang berkenaan dengan
konsep ekonomis, filosofis dan sistem. Sebagai konsep ekonomis, produktivitas
berkenaan dengan usaha atau kegiatan manusia untuk menghasilkan barang atau
jasa yang berguna untuk pemenuhan kebutuhan manusia dan masyarakat pada
umumnya.
Penelitian
sebelumnya memperlihatkan bahwa
produktivitas sangat dipengaruhi oleh faktor: knowledge, skills, abilities,
attitudes, dan behaviours dari para pekerja yang ada di dalam organisasi
sehingga banyak program perbaikan produktivitas meletakkan hal-hal tersebut
sebagai asumsi-asumsi dasarnya. Pengertian lain dari produktivitas adalah suatu
konsep universal yang menciptakan lebih banyak barang dan jasa bagi kehidupan
manusia, dengan menggunakan sumber daya yang serba terbatas
Menurut Manuaba (1992) peningkatan produktivitas dapat
dicapai dengan menekan sekecil-kecilnya segala macam biaya termasuk dalam
pemanfaatkan sumber daya manusia (do the
right thing) dan meningkatkan keluaran sebesar-besarnya (do the thing right). Dengan kata lain
bahwa produktivitas merupakan pencerminan dari tingkat efisiensi dan efektivitas
kerja secara total. sedangkan manajemen yang efektif merupakan kunci bagi keberhasilan organisasi
atau institusi , kesuksesan suatu oganaisasi dapat tercapai apabila peraturan atau kebijakan dan
prosedur yang berkaitan dengan manusia dari suatu organisasi atau institut saling berkaitan antara satu dengan
yang lain dan saling memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan
organisasi, kultur, nilai , suasana organisasi dan perilaku manajerial yang
mengambil keputusan akan memberikan
pengaruh yang besar terhadap hasil pencapaian
yang terbaik.
Amastrong ( 1999;1) Manajemen
sumber daya manusia bagi suatu institute
atau organisasi sangat di perlukan, maka organisasi atau institute tersebut perlu memperhatikan produktivitas
karyawannya yang bekerja secara maksimal dan produktivitas kerja merupakan kriteria untuk mengukur
keberhasilan organisasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang optimal. Sebagai konsep filosofis,
produktivitas mengandung pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha
untuk meningkatkan mutu kehidupan seseorang maupun organisasi.
Suatu organisasi dalam pemberian kompensasi atau gaji berpatokan pada pendidikan dan pengalaman
yang dimiliki oleh setiap orang, ketergantung dari pendidikan dan lamanya
bekerja pada perusahaan atau institusi
tersebut merupakan suatu hal yang sangat dipertimbangkan didalam memberikan motivasi kepada karyawan
atau staf demi terlaksananya proses pelayanan yang optimal dan efisien. kenaikan gaji pada suatu perusahaan atau
Institusi perlu diperhatikan terhadap
tingginya pendidikan yang dimiliki oleh
seseorang dan lamanya kerja dari setiap staf atau karywan yang kita miliki agar
tidak menimbulkan produktivitas kerja
karyawan atau staf yang menurun karena tidak memperhatikan terhadap factor-faktro
tersebut, sehingga kebijaksanaan untuk penetapan gaji berdasarkan faktor
senioritas untuk karyawan dianggap obyektif sebab masa kerja dan pendidikan
adalah sesuatu yang pasti dan tidak bisa direkayasa. juga dilihat perkembangan
dari karyawan dan tanggung jawab karyawan tentang produktivitas yang di
memiliki oleh karyawan yang sudah berpengalaman lebih lama dan yang baru masuk
dan yang memiliki pendidikan lebih tinggi dibanding yang memeliki pengetahuan
yang minim juga yang berusia tua dan yang berusia muda.
Dengan
ini maka Kebijakan pemerintahan Timor
leste telah mengimplementasikan tunjangan
khusus untuk tenaga kesehatan (regime kereira special) sehingga untuk
mengukur produktivitas dalam memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat,
pemerintah perlu memperhatikan tingkat produktivitas yang dimiliki oleh tenaga kesehatan, harus dilihat dari berbagai factor seperti
tingkat pendidikan, pengalan kerja dan usia yang dimiliki oleh tenaga-tenaga
tersebut . Perumusan Masalah, Sesuai dengan latar belakang diatas maka penulis
merumuskan masalanya sebagai , Apakah perbedaan
tingkat produktivitas kerja berdasarkan factor-faktor Demografi (pengalaman kerja dan
tingkat pendidikan) tenaga kesehatan di Timor Leste? Tujuan Penelitian, Berdasarkan latar belakang masalah
dan rumusan masalah penelitian di atas, maka peneliti mempunyai tujuan yang
hendak dicapai dalam penelitian ini, antara lain, 1. Untuk mengetahui tentang tingkat perbedaan produktivitas kerja berdasarkan
factor pengalaman kerja tenaga kesehatan. 2. Untuk mengetahui tentang tingkat perbedaan
produktivitas kerja berdasarkan factor
tingkat pendidikan tenaga
kesehatan. Manfaat penelitian Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai
berikut: 1.Manfaat teoritis Hasil penelitian ini memberikan
informasi tambahan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam dunia kerja
tentang produktivitas kerja berdasarkan factor Demografi (pengalaman kerja, tingkat pendidikan, dan
Motivasi) tenaga kesehatan di Timor Leste 2. Manfaat
praktis diharapkan hasil penelitian dapat memberikan informasi kepada
pimpinan Kementrian kesehatan Timor Leste untuk melakukan evaluasi terhadap
produktivitas tenaga kesehatan .
BAB
II
TELAAH
TEORI
2.1. Deskripsi Teori
2.1.1. Produktivitas Kerja
a. Pengertian Produktivitas Kerja
Setiap
perusahaan selalu berusaha agar karyawanya bisa berprestasi dalam memberikan
produktivitas kerja yang maksimal kepada perusahaan atau institusi.
Produktivitas kerja karyawan bagi suatu perusahaan sangat penting sebagai alat pengukur keberhasilan
dalam menjalankan usaha. Karena semakin tinggi produktivitas kerja karyawan
dalam perusahaan, berarti laba perusahaan dan produktivitas akan meningkat.
International Labour Organization (ILO) yang dikutip oleh Hasibuan (2005: 127)
mengungkapkan bahwa secara lebih sederhana maksud dari produktivitas adalah
perbandingan secara ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap
sumber yang dipergunakan selama produksi berlangsung. Sumber tersebut dapat
berupa:1) Tanah, 2) Bahan baku dan bahan pembantu, 3) Pabrik, mesin-mesin dan
alat-alat, 4) Tenaga kerja
Konsep
produktivitas pada dasarnya dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu dimensi
individu dan dimensi organisasi. Pengkajian masalah produktivitas dari dimensi
individu tidak lain melihat produktivitas terutama dalam hubungannya dengan
karakteristik- karakteristik kepribadian individu. Sementara itu ditinjau dari dimensi keorganisasian.
konsep produktivitas secara keseluruhan
merupakan dimensi lain dari pada upaya mencapai kualitas dan kuantitas suatu
proses kegiatan berkenaan dengan bahasan ilmu ekonomi. Oleh karena itu, selalu
berorientasi kepada bagaimana berpikir dan bertindak untuk mendayagunakan
sumber masukan agar mendapat keluaran yang optimum. Dengan demikian konsep
produktivitas dalam pandangan ini selalu ditempatkan. pada kerangka hubungan
teknis antara masukan (input) dan keluaran (output) (Kusnendi,
2003: 8.4).
Sinungan
(2005: 64) juga mengisyaratkan dua kelompok syarat bagi produktivitas
perorangan yang tinggi:1. Kelompok pertama: Tingkat pendidikan dan
keahlian, Jenis teknologi dan hasil
produksi, Kondisi kerja, Kesehatan, kemampuan fisik dan mental. 2)
Kelompok kedua ;Sikap mental (terhadap
tugas), teman sejawat dan pengawas, Keaneka ragam tugas, Sistem insentif
(sistem upah dan bonus), Kepuasan kerja.
b.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja
Dalam
upaya meningkatkan produktivitas kerja karyawan di suatu perusahaan perlu
memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan
tersebut. Banyak factor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja karyawan
baik yang berhubungan dengan tenaga kerja itu sendiri maupun faktor-faktor yang
berhubungan dengan lingkungan perusahaan dan kebijakan pemerintah secara
keseluruhan.
Anoraga
(2005: 56-60). Ada 10 patokan yang
diinginkan oleh para karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerja
karyawan, yaitu: (1) pekerjaan yang menarik, (2) upah yang baik, (3)keamanan
dan perlindungan dalam pekerjaan, (4) etos kerja dan (5) lingkungan atau sarana
kerja yang baik, (6) promosi dan perkembangan diri mereka sejalan dengan
perkembangan perusahaan, (7) merasa terlibat dalam kegiatan-kegiatan
organisasi, (8)saling pengertian dan
simpati atas persoalan-persoalan pribadi, (9) kesetiaan pimpinan pada diri
sipekerja, (10) Disiplin kerja yang keras.
Menurut Simanjutak
(1985: 30) faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan perusahaan
dapat digolongkan pada dua kelompok, yaitu: 1) Yang menyangkut kualitas dan
kemampuan fisik karyawan yang meliputi: tingkat pendidikan, latihan, motivasi
kerja, etos kerja, mental dan kemampuan fisik karyawan . 2) Sarana pendukung,
meliputi: Lingkungan kerja, produksi, sarana dan peralatan produksi, tingkat keselamatan,
dan kesejahteraan kerja. Demikian juga Kesejahteraan karyawan, meliputi: Manajemen
dan hubungan industri.
Sedangkan
Muchdarsyah (dalam bukunya Cahyono dan
Indira,( 2007: 227) menyebutkan bahwa yang dapat mempengaruhi
produktivitas kerja adalah sebagai berikut: 1) Tenaga kerja ; Kenaikan sumbangan tenaga kerja pada produktivitas
karena adanya tenaga kerja yang lebih sehat, lebih terdidik dan lebih giat.
Produktivitas dapat meningkat karena hari kerja yang lebih pendek. Imbalan dari
pengawas dapat mendorong karyawan lebih giat dalam mencapai prestasi. 2)
Seni serta ilmu manajemen ;Manajemen adalah faktor produksi dan sumberdaya
ekonomi, sedangkan seni adalah pengetahuan manajemen yang memberikan
kemungkinan peningkatan produktivitas. Manajemen termasuk perbaikan melalui
penerapan teknologi dan pemanfaatan pengetahuan yang memerlukan pendidikan dan
penelitian. 3) Modal ; merupakan
landasan gerak suatu perusahaan, karena dengan modal perusahaan dapat
menyediakan peralatan bagi manusia yaitu untuk membantu melakukan pekerjaan
dalam meningkatkan produktivitas kerja. Fasilitas yang memadai akan membuat
semangat kerja bertambah secara tidak langsung produktivitas kerja dapat
meningkat.
c. Pengukuran Produktivitas Kerja
Untuk mengetahui
produktivitas kerja dari setiap karyawan maka perlu dilakukan sebuah pengukuran
produktivitas kerja. Pengukuran produktivitas tenaga kerja menurut system
pemasukan fisik per orang atau per jam kerja dari setiap orang, dengan menggunakan metode pengukuran
waktu tenaga kerja (jam, hari atau tahun). Pengukuran diubah ke dalam unit-unit
pekerja yang diartikan sebagai jumlah kerja yang dapat dilakukan dalam satu jam
oleh pekerja yang bekerja menurut pelaksanakan standar
Menurut
Henry (2004: 612) faktor-faktor yang digunakan dalam pengukuran produktivitas
kerja meliputi kuantitas kerja, kualitas kerja dan ketepatan waktu: Jadi
penjelasannya antara lain 1) Kuantitas
kerja merupakan suatu hasil yang dicapai oleh karyawan dalam jumlah tertentu
dengan perbandingan standar yang ada atau ditetapkan oleh perusahan. 2)
Kualitas kerja merupakan suatu standar hasil yang berkaitan dengan mutu dari
suatu produk yang dihasilkan oleh karyawan dalam hal ini merupakan suatu
kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan secara teknis dengan perbandingan
standar yang ditetapkan oleh perusahaan dan 3) Ketepatan waktu merupakan
tingkat suatu aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang ditentukan, dilihat
dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang
tersedia untuk aktivitas lain. Ketepatan waktu diukur dari persepsi karyawan
terhadap suatu aktivitas yang disediakan diawal waktu sampai menjadi output.
Sinungan
(2003: 23) secara umum pengukuran produktivitas berarti perbandingan yang dapat
dibedakan dalam tiga jenis yang sangat berbeda. ;1). Perbandingan-perbandingan
antara pelaksanaan sekarang dengan pelaksanaan secara historis yang tidak
menunjukan apakah pelaksanaan sekarang ini memuaskan namun hanya mengetengahkan
apakah meningkat atau berkurang tingkatannya produktivitas. 2). Perbandingan
pelaksanaan antara satu unit (perorangan tugas, seksi, proses) dengan lainnya,
Pengukuran seperti itu menunjukan pencapaian relatif. 3) Perbandingan
pelaksanaan sekarang dengan targetnya, dan inilah yang terbaik sebagai pusat
perhatian pada sasaran/tujuan. Untuk menyusun perbandingan-perbandingan ini
perlu mempertimbangkan tingkatan pekerjaan, susunan dan perbandingan pengukuran
produktivitas. Paling sedikit ada dua jenis tingkat perbandingan yang berbeda,
yakni produktivitas total dan produktivitas parsial. Pengukuran produktivitas
kerja ini mempunyai peranan yang diperlukan untuk mengetahui produktivitas
kerja dari para karyawan sehingga dapat diketahui sejauh mana produktivitas
yang dapat dicapai oleh karyawan. Selain itu pengukuran produktivitas juga
dapat digunakan sebagai pedoman bagi para manajer untuk meningkatkan
produktivitas kerja sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan.
c. Manfaat dari Penilaian Produktivitas
Kerja
Sinungan
(2005: 126) manfaat dari pengukuran produktivitas kerja adalah sebagai Umpan balik pelaksanaan kerja untuk
memperbaiki produktivitas kerja karyawan, evaluasi produktivitas kerja
digunakan untuk penyelesaian misalnya: pemberian bonus dan bentuk kompensasi
lainnya, serta Untuk mengambil keputusan-keputusan penetapan, misalnya:
promosi, transfer dan demosi, Untuk kebutuhan latihan dan pengembangan, Untuk
perencanaan dan pengembangan karier, Untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan
proses staffing serta Untuk mengetahui
ketidak akuratan informal, juga untuk memberikan kesempatan kerja yang adil
kepada karyawan.
d. Indikator Produktivitas Kerja
Seperti
dijelaskan Simamora ( 2004: 612) faktor-faktor yang digunakan dalam pengukuran produktivitas
kerja meliputi kuantitas kerja, kualitas kerja dan ketepatan waktu. Dalam
penelitian ini peneliti mengukur produktivitas kerja dengan menggunakan
indikator-indikator dibawah ini: Kuantitas kerja, Kualitas kerja, Ketepatan
waktu.
2. 1.2. Pengertian Demografi
Ilmu kependudukan biasanya diartikan sebagai suatu ilmu yang
mempelajari tentang penduduk. Adapun demografi berasal dari bahasa Yunani yang
merupakan gabungan dua kata, yaitu demos dan grafein yang artinya rakyat dan
tulisan. Jadi demografi adalah setiap tulisan mengenai rakyat atau penduduk.
Perubahan
demografi mempunyai hubungan timbal balik atau simultan dengan pemabngunan
ekonomi. Perubahan demografi mempengaruhi aktivitas ekonomi, sebaliknya
keberhasilan pembangunan tertentu mempengaruhi suatu bentuk perubahan
demografi. (I Gusti , 1991). a. Pengertian
Tenaga Kerja :Tenaga kerja merupakan faktor yang terpenting dalam proses
produksi. Sebagai sarana produksi, tenaga kerja lebih penting daripada sarana
produksi yang lain seperti bahan mentah, tanah, air, dan sebagainya. b.permintaan tenaga kerja:Permintaan
pengusaha atas tenaga kerja berlainan dengan permintaan konsumen terhadap
barang dan jasa. Pengusaha mempekerjakan seseorang karena seseorang itu
membantu memproduksi barang dan jasa untuk dijual kepada masyarakat konsumen.
Dengan kata lain pertambahan permintaan pengusaha terhadap tenaga kerja,
tergantung dari pertambahan permintaan
masyarakat terhadap barang yang diproduksinya. Permintaan tenaga kerja
yang seperti ini disebut dengan derived demand.( Simanjuntak, 1985). c. Kesempatan Kerja : Kesempatan kerja
mengandung pengertian bahwa besarnya kesediaan usaha produksi untuk
mempekerjakan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam proses produksi, yang dapat
berarti lapangan pekerjaan atau kesempatan yang tersedia untuk bekerja yang ada
dari suatu saat dari kegiatan ekonomi. Kesempatan kerja dapat tercipta apabila
terjadi permintaan tenaga kerja di pasar kerja, sehingga dengan kata lain
kesempatan kerja juga menujukkan permintaan terhadap tenaga kerja. (Sudarsono,
1998) Perluasan kesempatan kerja merupakan suatu usaha untuk mengembangkan
sektor-sektor penampungan kesempatan kerja dengan produktivitas rendah. Usaha
perluasan kesempatan kerja tidak terlepas dari faktor-faktor seperti,
pertumbuhan jumlah penduduk dan angkatan kerja, pertumbuhan ekonomi, tingkat
produktiuvitas tenaga kerja, atau kebijaksanaan mengenai perluasan kesempatan
kerja itu sendiri. d.Penyerapan Tenaga Kerja :Penduduk yang terserap,
tersebar di berbagai sektor perekonomian. Sektor yang mempekerjakan banyak
orang umumnya menghasilkan barang dan jasa yang relatif besar. Setiap sektor
mengalami laju pertumbuhan yang berbeda. Demikian pula dengan kemampuan setiap
sektor dalam menyerap tenaga kerja. Perbedaan laju pertumbuhan tersebut
mengakibatkan dua hal. Pertama, terdapat perbedaan laju peningkatan
produktivitas kerja di masing-masing sektor. Kedua, secara berangsur-angsur
terjadi perubahan sektoral, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun dalam
kontribusinya dalam pendapatan nasional (Simanjuntak, 1985). Jadi yang dimaksud
dengan penyerapan tenaga kerja dalam penelitian ini adalah jumlah atau
banyaknya orang yang bekerja di berbagai sektor perekonomian. E. Elastisitas
Kesempatan Kerja :Perubahan jumlah barang yang dibeli karena perubahan
harga barang dapat diukur dengan elastisitas harga dari permintaan (price elasticity of demand). Elastisitas
permintaan dari suatu barang terhadap perubahan dari suatu faktor penentunya
(harga barang itu sendiri, harga barang lain/ penghasilan konsumen) menunjukkan
derajat kepekaan akan barang tersebut terhadap perubahan faktor-faktor di atas.
(Boediono,1999) Simanjuntak ,1985
menyatakan bahwa konsep elastisitas dapat digunakan untuk memperkirakan
kebutuhan tenaga untuk suatu periode tertentu, baik untuk masing masing sektor
maupun untuk ekonomi secara keseluruhan. Atau sebaliknya dapat digunakan untuk
menyusun simulasi kebijakan pembangunan untuk ketenaga kerjaan yaitu dengan
memilih beberapa elternatif laju pertumbuhan tiap sektor, maka dihitung
kesempatan kerja yang dapat diciptakan. Kemudian dipilih kebijaksanaan
pembangunan yang paling sesuai dengan kondisi pasar kerja.
2.1.2.a. pengalaman Kerja
1. Pengertian Pengalaman Kerja
Pengalaman
dalam semua kegiatan sangat diperlukan, karena experience is the best
teacher, pengalaman guru yang terbaik. Maksud dari hal tersebut adalah
bahwa seseorang belajar dari pengalaman yang pernah dialaminya. Menurut Kamus
Bahasa Indonesia (Depdiknas, 2005: 26), “pengalaman dapat diartikan sebagai
yang pernah dialami (dijalani, dirasa, ditanggung, dsb)”. Johnson (2007: 228)
menyatakan bahwa “pengalaman memunculkan potensi seseorang. Potensi penuh akan
muncul bertahap seiring berjalannya waktu sebagai tanggapan terhadap
bermacammacam pengalaman”. Jadi sesungguhnya yang penting diperhatikan dalam
hubungan tersebut adalah kemampuan seseorang untuk belajar dari pengalamannya,
baik pegalaman manis maupun pahit. Maka pada hakikatnya pengalaman adalah
pemahaman terhadap sesuatu yang dihayati dan dengan penghayatan serta mengalami
sesuatu tersebut diperoleh pengalaman, ketrampilan ataupun nilai yang menyatu
pada potensi diri. Orang yang berpengalaman dalam bekerja memiliki kemampuan
kerja yang lebih baik dari orang yang baru saja memasuki dunia kerja, karena
orang tersebut telah belajar dari kegiatan-kegiatan dan permasalahan yang
timbul dalam kerjanya. Dengan adanya pengalaman kerja maka telah terjadi proses
penambahan ilmu pengetahuan dan ketrampilan serta sikap pada diri seseorang,
sehingga dapat menunjang dalam mengembangkan diri dengan perubahan yang ada.
Dengan
pengalaman yang didapat seseorang akan lebih cakap dan terampil serta mampu
melaksanakan tugas pekerjaannya. Sejalan dengan hal tersebut, menurut hukum (law
of exercise) dalam Mustaqim (2004: 50) diungkapkan bahwa dalam law of
exercise atau the law disuse (hukum penggunaan) dinyatakan
bahwa “Hubungan antara stimulus dan respon akan bertambah kuat atau erat bila
sering digunakan (use) atau sering dilatih (exercise) dan akan
berkurang, bahkan lenyap sama sekali jika jarang digunakan atau tidak pernah
sama sekali”. Dari pendapat diatas diketahui bahwa latihan berulang-ulang akan
memperkuat dan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan seseorang. Bagi seorang
karyawan proses-proses dalam bekerja merupakan latihan yang akan menambah
pengalaman, sehingga karyawan tersebut mampu menyelesaikan masalah-masalah yang
dihadapinya dalam proses bekerja. Karenanya pengalaman dapat membangkitkan dan
mengundang seseorang untuk melihat semua pekerjaan sebagai peluang untuk terus
berlatih dan belajar sepanjang hayat. Hitzman (Muhibbin Syah, 1995: 89)
mengatakan “pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme dapat
dianggap sebagai kesempatan belajar”. Hasil belajar dari pengalaman kerja akan
membuat orang tersebut kerja lebih efektif dan efisien. Pengalaman akan membentuk
pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang lebih menyatu pada diri seseorang,
jika bidang pekerjaan yang ditangani selama masih bekerja merupakan bidang yang
sejenis yang pada akhirnya akan membentuk spesialisasi pengalaman kerja
diperoleh selama seseorang bekerja pada suatu perusahaan dari mulai masuk
hingga saat ini. Selain itu pengalaman dapat diperoleh dari tempat kerja
sebelumnya yang memiliki bidang pekerjaan yang sama dengan yang sedang
dihadapi. Banyak sedikitnya pengalaman kerja akan menentukan atau menunjukan
bagaimana kualitas dan produktivitas seseorang dalam bekerja, artinya mudah
sukarnya atau cepat lambatnya seseorang dalam mengerjakan suatu pekerjaan akan
dipengaruhi oleh seberapa banyak orang tersebut telah memiliki pengalaman kerja
dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Ini berarti pengalaman akan juga
mempengaruhi kemampuan dalam bekerja. Pengalaman kerja mempunyai pengaruh
terhadap banyaknya produksi, besar kecilnya dan efisiensi yang dapat dilihat
dari hasil produksi tenaga kerja yang diarahkan. Dalam pengertian lain,
pengalaman kerja juga dapat diperoleh dengan melewati masa kerja yang telah
dilakui disuatu tempat kerja. Pengalaman kerja seseorang dalam suatu pekerjaan
yang dimanifestasikan dalam jumlah masa kerja akan meningkatkan kemampuan dan
kecakapan kerja seseorang sehingga hasil kerja akan semakin meningkat.
Pengalaman kerja tidak hanya menyangkut jumlah masa kerja, tetapi lebih dari
juga memperhitungkan jenis pekerjaan yang pernah atau sering dihadapi. Sejalan
dengan bertambahnya pekerjaan, maka akan semakin bertambah pula pengatahuan dan
ketrampilan seseorang dalam bekerja. Hal tersebut dapat dipahami karena
terlatih dan sering mengulang suatu pekerjaan sehingga kecakapan dan
ketrampilan semakin dikuasai secara mudah, tetapi sebelumnya tanpa latihan,
pengalaman-pengalaman
yang pernah dimiliki akan menjadi berkurang bahkan terlupakan.
2 . Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Pengalaman Kerja
Mengingat
pentingnya pengalaman kerja dalam suatu perusahaan, maka dipirkan juga tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi pengalaman kerja.
Faktorfaktor yang mempengaruhi pengalaman
kerja adalah sebagai berikut:1. Latar belakang pribadi, mencakup pendidikan,
kursus, latihan, bekerja. Untuk menunjukan apa yang telah dilakukan seseorang
di waktu yang lalu.2) Bakat dan minat, untuk memperkirakan minat dan kapasitas
atau kemampuan jawab dan seseorang. 3) Sikap dan kebutuhan (attitudes and
needs) untuk meramalkan tanggung jawab dan wewenang seseorang. 4)
Kemampuan-kemampuan analitis dan manipulatif untuk mempelajari kemampuan
penilaian dan penganalisaan. 5) Ketrampilan dan kemampuan tehnik, untuk menilai
kemampuan dalam pelaksanaan aspek-aspek tehnik pekerjaan. ( Handoko, 2009: 241)
Ada
beberapa hal juga untuk menentukan berpengalaman tidaknya seorang karyawan yang
sekaligus sebagai indikator pengalaman kerja yaitu:1) Lama waktu/masa kerja
Ukuran tentang lama waktu atau masa kerja yang telah ditempuh seseorang dapat
memahami tugas-tugas suatu pekerjaan dan telah melaksanakan dengan baik. 2)
Tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki Pengetahuan merujuk pada
konsep, prinsip, prosedur, kebijakan atau informasi lain yang dibutuhkan oleh
karyawan. Pengetahuan juga mencakup kemampuan untuk memahami dan menerapkan
informasi pada tanggung jawab pekerjaan. Sedangkan ketrampilan merujuk pada
kemampuan fisik yang dibutuhkan untuk mencapai atau menjalankan suatu tugas
atau pekerjaan. 3) Penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan Tingkat
penguasaan seseorang dalam pelaksanaan aspek-aspek tehnik peralatan dan tehnik
pekerjaan. (Foster, 2001: 43) uraian tersebut dapat diketahui, bahwa seorang
yang berpengalaman akan memiliki gerakan yang mantap dan lacar, gerakannya
berirama, lebih cepat menanggapi tanda-tanda, dapat menduga akan timbulnya
kesulitan sehingga lebih siap menghadapinya, dan bekerja dengan tenang serta
dipengaruhi faktor lain yaitu: lama waktu/masa kerja seseorang, tingkat
pengetahuan atau ketrampilan yang telah dimiliki dan tingkat penguasaan
terhadap pekerjaan dan . Oleh karena itu seorang karyawan yang mempunyai
pengalaman kerja adalah seseorang yang mempunyai kemampuan jasmani, memiliki
pengetahuan dan ketrampilan untuk bekerja serta tidak akan membahayakan bagi
dirinya dalam bekerja.
2.1.
2. b . Pendidikan
Pendidikan
merupakan proses pembelajaran melalui proses dan prosedur yang
sistematis yang
terorganisir baik teknis maupun manajerial yang berlangsung dalam waktu yang
relatif lama. Menurut Zainun (1996 : 73) pendidikan pada dasarnya dimaksudkan
untuk mempersiapkan SDM sebelum memasuki pasar kerja. Dengan pengetahuan yang
diperoleh dari pendidikan dalam proporsi tertentu diharapkan sesuai dengan
syarat-syarat yang dituntut oleh suatu pekerjaan. Pendidikan mempunyai fungsi
sebagai penggerak sekaligus pemacu terhadap potensi kemampuan SDM dalam
meningkatkan prestasi kerjanya (Irianto, 2001 : 75), ia juga mengatakan bahwa
nilai kopetensi seorang pekerja dapat dipupuk melalui program pendidikan,
pengembangan dan pelatihan. Menurut Siagian (1999 : 181-182), pertanyaan yang
harus dihadapi oleh organisasi bukan lagi apakah akan melakukan investasi bagi
pengembangan sumber daya manusia yang dimiliki, melainkan berapa besar
investasi yang harus dibuat. Dari pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa
pengembangan sumber daya manusia mutlak diperlukan bagi organisasi yang terus
berkembang sejalan dengan perkembangan dalam masyarakat. Para pegawai yang
sudah berpengalamanpun selalu memerlukan pengetahuan, keterampilan dan
kemampuan, karena selalu ada cara yang lebih baik untuk meningkatkan
produktivitas kerja. Peningkatan, pengembangan dan pembentukan tenaga kerja
dapat dilakukan melalui upaya pembinaan, pendidikan dan latihan (Hamalik, 2000
: 10). Pendidikan merupakan upaya untuk mengembangkan sumberdaya manusia,
terutama untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kepribadian (Notoatmojo,
1998 : 25). Pendidikan berkaitan dengan mempersiapkan calon tenaga yang
diperlukan oleh suatu instansi atau organisasi sehingga cara penekanannya pada
kemampuan kognitif, afektif dan psychomotor. Pendidikan merupakan proses
pembelajaran melalui proses dan prosedur yang sistematis dan terorganisir baik
teknis maupun manajerial yang berlangsung dalam waktu yang relatif lama.
Menurut Irianto (2001 : 75) dalam pengembangan SM (human resource development)
bahwa nilai-nilai kompetensi seseorang pekerja dapat dipupuk melalui program
pendidikan, pengembangan atau pelatihan yang berorientasi pada tuntutan kerja
aktual dengan penekanan pada pengembangan skill, knowledge dan ability
yang secara signifikan akan dapat memberi standar perilaku dalam sistem dan
proses kerja yang diterapkan. Pendidikan dengan berbagai programnya mempunyai
peranan penting dalam proses memperoleh dan meningkatkan kualitas kemampuan
profesional individu.
Melalui pendidikan
seseorang dipersiapkan untuk memiliki bekal agar siap tahu,
mengenal dan mengembangkan metode berpikir secara
sistematik agar dapat
memecahkan masalah yang akan dihadapi dalam
kehidupan dikemudian hari
(Sedarmayanti, 2001 :
32). Menurut instruksi Presiden No. 15 tahun 1974, “pendidikan adalah segala
usaha untuk membina kepribadian dan mengembangkan kemampuan manusia Indonesia,
jasmani dan rohaniah, yang berlangsung seumur hidup, baik didalam maupun diluar
sekolah, dalam rangka pembangunan persatuan Indonesia dan masyarakat adil dan
makmur berdasarkan Pancasila”. Sedangkan pengertian pendidikan sesuai dengan
Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan
Nasional disebut bahwa : “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan
peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi
peranannya dimasa yang akan datang” (diskutip oleh Sedarmayanti)
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
3.1.Jenis Penelitian.
Jenis
penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian
kualitatif. Data tidak dinyatakan dalam
satuan hitungan atau pun dalam bentuk angka tetapi data ini diyatakan dalam bentuk penjelasan-penjelasan
dengan kata-kata atau kalimat-kalimat.
3.2.Jenis
dan Sumber data
a.
Jenis
data
Jenis
data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif, Data
kualitatif ini tidak dinyatakan dalam bentuk satuan hitungan atau pun dalam
bentuk angka, Kualitatif : data dimana dinyatakan dalam bentuk kata-kata atau
kalimat-kalimat berupa penjelasan-penjelasan, ini menurut ahli Arikunto (1998:
120) mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian penelitian kualitatif
yaitu data digunakan dengan kata-kata
atau kalimat-kalimat, dipisah-pisahkan menurut category utnuk memperoleh
kesimpulan , tetapi kadang-kadang sudah sampai ke prosentasi kemudian ditafsirkan dengan
kalimat yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, misalnya :
-.
Kuarng baik 40-55 %
-
Baik 55-75 %
-
Sangat Baik 76-100 %
Sebaiknya
data kualitatif yang ada sering kali dikualifikasikan, diangkakan sekedar untuk
mempermudah pengabungan dua atau lebih variable guna untuk mendapat hasil akhir dan membuat suatu
kesimpulan sementara.
b. Sumber data yang peneliti gunakan
yaitu :
1.
Data
primer
Data
primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber yang diamati, di
lihat untuk pertama kalinya, dimana data
ini masih berbentuk imformasi melalui teknik wawancara, quesioner dan observasi yang dilakukan langsung oleh
peneliti sehingga data ini perlu diolah kembali.
2.
Data
sekunder
Data
sekunder adalah data yang diperoleh
dalam bentuk yang sudah jadi atau data yang ada yaitu jumlah tenaga kesehatan
yang bekerja di puskemas dan rumah sakit berjumlah 45 orang tenaga kesehatan
atau perawat yang akan di wawancarai dan termasuk data pencatatan absen yang
sudah ada ditempat peneliian.
3.3.Instrumen
Instrumen
yang digunakan dalam penelitian ini adalah manusia, yang digunakan sebagai alat
penelitian yaitu dengan mengunakan :
1. Wawancara
: Wawancara merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara mengadakan Tanya jawab
secara langsung dengan pimpinan dan staf dari perusahaan / organisasi yang
bersangkutan yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti dalam hal Puskesmas
kecamatan Cailaco kabupaten Bobonaro.
2. Quiseoner
: Ini merupakan salah satu cara yang
dilakukan untuk mengumpulkan data primer dengan memberikan sejumlah pertanyaan
tertulis kepada responden.
3.
bObservasi
:
Peneliti melakukan pengamatan langsung kepada
kegiatan atau produktivitas kerja dari karyawan yang memberikan
pelayanan kepaada masyarakat ditempat kerja tersebut.
3.4.Pengolahan
data
Didalam
pengolahan data ini agar peneliti mengetahui sampai dimana kemampuan perugas
kesehatan memahami bagaimana cara mengatur , mengoorganisi dan bagaimana cara
mengelolah dan bagaimana cara mengatasi atau mencegah agar tidak menimbulkan
efek yang tidak baik didalam manajemen pelayanan kesehatan dan cara pencegahan
yang baik terhadap panyakit Malaria. jadi didalam pengolahan data ini peneliti
mengunakan terori dari ahli Arikunto (1998: 120) mengemukakan pendapatnya
mengenai pengertian penelitian kualitatif yaitu
data digunakan dengan kata-kata atau kalimat-kalimat, dipisah-pisahkan menurut
category utnuk memperoleh kesimpulan , tetapi kadang-kadang sudah sampai
ke prosentasi kemudian ditafsirkan
dengan kalimat yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, misalnya :
-.
Kuarng baik 40-55 %
-
Baik 55-75 %
-
Sangat Baik 76-100 %
Sebaiknya
data kualitatif yang ada sering kali dikualifikasikan, diangkakan sekedar untuk
mempermudah pengabungan dua atau lebih variable guna untuk mendapat hasil akhir dan membuat suatu
kesimpulan sementara. Didalam bagian ini pula lah yang harus diuraikan rencana
yang akan dilakukan untuk mengolah dan menganalisis data.
3.5.Populasi
dan Sampel
1.
Populasi
Populasi
dalam penelitian ini adalah 45 orang yaitu menyangkut pimpinan dan staf yang
ada Rumah sakit Referal Maliana di Kabupaten Bobonaro Timor Leste.
2.
Sampel
Dalam
penelitian ini peneliti tidak mencantumkan sampel penelitian, penelitia akan
mencamtumkan setiap orang atau individu yang akan di wawancarai atau di
interview itulah yang menjadi sampel dalam penelitian ini dengan teknik
observasi dan pengamatan langsung kepada setiap orang yang menjalankan tugasnya
untuk menilai produktivitas kerja setiap individu tersebut.
Sumber
Aricunto
Suharsimi,1998 Manajemen Penelitian
Jakarta, PPLPTK, Dikti, Depdikbud
Sumber:
1. Aricunto
Suharsimi,1998 Manajemen Penelitian Jakarta, PPLPTK, Dikti, Depdikbud.
2.
Hamidah. 2003. Pengaruh Manajemen Mutu
Terpadu terhadap Perilaku Produktif
Karyawan Industri Tekstil Berskala Besar di Kota Bandung.
3.
Hasibuan, Malayu
S.P. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara 2005.
Organisasi dan Motivasi. Jakarta. Bumi Aksara
4.
Siagian,Sondang.2004.
Teori Motivasi dan Aplikasinya. Cetakan ketiga.Jakarta: PT. Rineka
Cipta.
7.
Bernard
W.Taylor III,(2007), Intoduction to
Management Science. Virginia: Pearson Education-Prentice Hall, 8th,ed
8.
Development Goals Employment
Indicators (Jenewa: ILO, 2009)
9.
International Labour Office (ILO).
2009.Guide to the new Millennium
10. Iriyanto,2001,
Human Resouce and development.
11. Siagian,Sondang.2004.
Teori Motivasi dan Aplikasinya. Cetakan ketiga.Jakarta: PT. Rineka
Cipta.
12. Sugiyono.2005.Metode
Penelitian Bisnis.Bandung:CV alfabeta
www.laborsta.orgProyeksi angkatan
kerja
SALAM KENAL SEMUA,…!!! SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
BalasHapusDEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
Saya Sangat BerTerima kasih Atas Bantuan Angka Ritual AKI…Angka AKI KANJENG Tembus 100%…Saya udah kemana-mana mencari angka yang mantap selalu gak ada hasilnya…sampai- sampai hutang malah menumpuk…tanpa sengaja seorang teman lagi cari nomer jitu di internet…Kok ketemu alamat KI KANJENG..Saya coba beli Paket 2D ternyata Tembus…dan akhirnya saya pun membeli Paket 4D…Bagai di sambar Petir..Ternyata Angka Ritual Ghoib KI KANJENG…Tembus 4D…Baru kali ini saya mendapat angka ritual yang benar-benar Mantap…Bagi saudara yang ingin merubah Nasib anda seperti saya…Anda Bisa CALL/SMS Di Nomer KI KANJENG DI 085-320-279-333.(((Buktikan Aja Sendiri Saudara-Saudari)))
…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…
**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..
…=>AKI KANJENG<=…
>>>085-320-279-333<<<
SALAM KENAL SEMUA,…!!! SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
Saya Sangat BerTerima kasih Atas Bantuan Angka Ritual AKI…Angka AKI KANJENG Tembus 100%…Saya udah kemana-mana mencari angka yang mantap selalu gak ada hasilnya…sampai- sampai hutang malah menumpuk…tanpa sengaja seorang teman lagi cari nomer jitu di internet…Kok ketemu alamat KI KANJENG..Saya coba beli Paket 2D ternyata Tembus…dan akhirnya saya pun membeli Paket 4D…Bagai di sambar Petir..Ternyata Angka Ritual Ghoib KI KANJENG…Tembus 4D…Baru kali ini saya mendapat angka ritual yang benar-benar Mantap…Bagi saudara yang ingin merubah Nasib anda seperti saya…Anda Bisa CALL/SMS Di Nomer KI KANJENG DI 085-320-279-333.(((Buktikan Aja Sendiri Saudara-Saudari)))
…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…
**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..
…=>AKI KANJENG<=…
>>>085-320-279-333<<<
SALAM KENAL SEMUA,…!!! SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
Saya Sangat BerTerima kasih Atas Bantuan Angka Ritual AKI…Angka AKI KANJENG Tembus 100%…Saya udah kemana-mana mencari angka yang mantap selalu gak ada hasilnya…sampai- sampai hutang malah menumpuk…tanpa sengaja seorang teman lagi cari nomer jitu di internet…Kok ketemu alamat KI KANJENG..Saya coba beli Paket 2D ternyata Tembus…dan akhirnya saya pun membeli Paket 4D…Bagai di sambar Petir..Ternyata Angka Ritual Ghoib KI KANJENG…Tembus 4D…Baru kali ini saya mendapat angka ritual yang benar-benar Mantap…Bagi saudara yang ingin merubah Nasib anda seperti saya…Anda Bisa CALL/SMS Di Nomer KI KANJENG DI 085-320-279-333.(((Buktikan Aja Sendiri Saudara-Saudari)))
…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…
**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..
…=>AKI KANJENG<=…
>>>085-320-279-333<<<